Login

User Id
Password

Lupa password? Klik di sini

Belum pernah mendaftar? Daftar di sini

  • Email Artikel
  • Simpan ke Kesukaan
  • Cetak Artikel

Rendang Datuk, Rendang Kering Ibu Tety

Oleh : Florentina Lenny Kristiani
Rendang Datuk, Rendang Kering Ibu Tety

Kalau Anda ingin rendang kering yang enak, tidak usah jauh-jauh ke Sumatra Barat. Di daerah Fatmawati Jakarta Selatan, Anda bisa mendapatkannya. Apalagi menjelang puasa atau lebaran, rendang ini praktis disajikan untuk lauk kering.
Pembuat rendang kering khas Sumatra Barat ini justru berasal dari Kuningan, Cirebon, Jawa Barat. ”Saya belajar membuat rendang kering dari Ibu Nany Syam, mertua saya,” jelas Firsty Indah. Mertuanya adalah seorang pengusaha katering asli Payakumbuh, daerah yang memang dikenal akan kelezatan rendangnya.

Diakui Tety, nama panggilannya, karena bersuamikan orang Padang, mau tidak mau ia harus belajar masakannya, salah satunya rendang. Di Jakarta, rendang yang banyak beredar di pasaran adalah rendang basah! ”Saya belajar membuat rendang kering, karena lebih tahan lama dan lebih gurih,” jelas Tety.

bu tetty ok

Ia mulai membuat rendang kering sejak tahun 2005. Ada 3 macam rendang kering yang ia buat yaitu: rendang telur, rendang daging sapi suwir, dan rendang paru. Diakui Tety, awal mula belajar membuat rendang, ia kurang percaya diri. ”Waktu itu hanya teman-teman dekat dan tetangga yang aku tawari. Ternyata mereka memberi penilaian yang positif,” jelas ibu 1 anak ini. Akhirnya ia memberanikan diri ikut pameran di Inacraft di Jakarta.

rendang kering

Dari pameran itu, Rendang Datuk mulai banyak dikenal orang. Setiap hari ia bisa membuat 5 kg rendang kering per item. Kalau ramai seperti menjelang Lebaran dan musim Haji, ia bisa membuat rendang kering 2 kalinya.

Rendang Datuk dikemas dalam wadah mika plastik bening, jadi dari luar bisa kelihatan isinya. Rendang telur ukuran 250 gr dijual Rp 35.000, rendang paru Rp 65.000, sedangkan rendang daging sapir dibandrol Rp 70.000. ”Yang paling laku adalah rendang daging sapi,” jelas Tety yang produknya sering dibawa ke Jepang, Perancis dan Belanda ini.

rendang telur-daging

Kelebihan dari rendang keringnya adalah rendangnya benar-benar kering, tahan sampai 3 bulan, dan rasanya gurih. Padahal, lanjut Tety, rendangnya tidak memakai bahan pengawet apapun.
Dijelaskan Tety, dalam membuat rendang telur, untuk satu telur ia menggunakan 1 kelapa. Sedangkan untuk membuat 1 kg daging atau paru, ia membutuhkan 5 – 6 kelapa. ”Makin banyak kelapa, rendang yang dihasilkan makin gurih dan lezat,” jelas Tety yang membutuhkan waktu 5 jam untuk membuat rendang ini. Selain itu, ia tidak pelit memberi bumbu untuk rendangnya.
Rendang Datuk juga melayani servis pesan layan antar dengan minimal pembelian Rp 100 ribu. ”Pemesan dari luar Jabodetabek kami kirim lewat jasa pengiriman kilat, dan biaya pengiriman dibebankan pada pemesan,” jelas Tety yang produknya sudah menyebar ke kota-kota besar di Indonesia ini.
Rendang Datuk : 021-94929134
R. Suryanto
Foto-foto: R. Suryanto

Dilihat : 2583 orang
  • Del.icio.us
  • Rating :
  • 3/5 (141 votes)
Belum ada komentar