Hidup kita akan lebih bahagia jika kita bisa membuat orang lain hidupnya lebih baik lagi.
Di tengah kesibukanku bekerja hingga tak memperhatikan kesehatanku, tiba-tiba aku jatuh sakit. Tak tanggung-tanggung, hampir selama 60 hari aku terbaring lemah tak berdaya. Perasaan putus asa dan tak berguna mulai menyerangku. Namun saat itu juga aku seperti tersadarkan, jika aku mempunyai anggota tubuh lengkap merasa tak berdaya, bagaimana dengan orang-orang cacat? Saat itu juga aku bertekad, jika ada kesempatan dan aku sembuh aku akan membantu orang-orang cacat itu.
Akhirnya saat aku sembuh, aku mulai berhubungan dengan orang-orang berkebutuhan khusus ini. Aku mulai belajar bahasa isyarat untuk mereka yang tuna rungu. Ada hal yang sangat menyesak dadaku saat mendengar salah seorang bercerita bahwa sudah melamar kerja 7 kali dan selalu ditolak karena tak bisa mendengar dan sulit bicara. Hatiku sedih, mengapa hanya sedikit orang yang memberi kesempatan bagi mereka untuk bisa merasa berharga dalam hidup mereka. Aku kembali bertekad untuk harus melakukan sesuatu lebih dari sekadar berteman .
Akhirnya aku membuka wadah yang kuberi nama Precious One. Di sini kami menerima orang disabilitas untuk bekerja. Mereka diajar membuat kerajinan tangan yang dijahit, seperti dompet, tas, hiasan dinding, alat peraga, dan lain-lain. Saat ini pun sudah berkembang ke kerajinan batik dan boneka kertas. Awalnya aku merekrut satu orang tuna rungu, saya yakinkan dia dan saya ajari berbagai keterampilan. Dari situ dia mengajak temannya dan terus berkembang. Kini ada 35 orang tuna rungu yang telah bergabung dalam wadah ini. Dan saya ditemani 4 staff (orang normal) sebagai pendukung.
Tak mudah menjalankan usaha bersama mereka. Terutama dalam hal komunikasi, terkadang mereka sulit untuk diberi pengertian. Tapi rasanya bahagia sekali jika melihat mereka bekerja dengan semangat dan mereka bangga bisa membantu keluarga, padahal mereka tuna rungu.
Saat ini untuk pemasaran produk saya ikut berbagai pameran, menitipkan ke beberapa toko langganan kami, bahkan sudah ada pesanan khusus dari perusahaan-perusahaan yang sudah mengenal dan mengerti tujuan usaha ini. Saya pun bahagia karena keluarga saya mendukung kegiatan ini.
Aku berharap masyarakat mau ikut serta lebih menghargai orang-orang disabilitas ini. Jika tidak bisa membantu secara langsung membuka peluang usaha untuk mereka, paling tidak mau membeli hasil karya mereka. Bukan karena kasihan, tapi karena ingin ikut mendukung rasa percaya diri mereka , bahwa hasil kerja mereka dapat memenuhi kebutuhan produk masyarakat.
Semoga dengan apa yang saya usahakan, masyarakat dapat ikut memberi kesempatan bagi orang disabilitas untuk maju dan memiliki rasa bangga. Bangga bahwa mereka adalah bukan anggota masyarakat yang tidak berguna, tapi mereka adalah anggota masyarakat yang berharga.
Percayalah, hidup kita akan lebih bahagia jika kita bisa membuat orang lain hidupnya lebih baikā¦
Lenny