JEANNE RAHARDJA: Sukses Dengan Hobi
Kalau Anda sering mengikuti kursus masak di Klub NOVA, tentu tidak asing dengan nama Jeanne Rahardja. Ya, benar, ia adalah salah satu pengajar di Klub NOVA. Yuk kita mengenal lebih dekat perempuan ini.
Kecintaan Jeanne terhadap kuliner sudah sejak kecil. Hayati, sang Ibu memang dari dulu menerima pesanan kue. Tak sekedar melihat sang Ibu membuat kue, Jeanne juga ikut membantu mengocok atau mencetaknya. Selain ikut membantu sang Ibu, ia juga suka melihat-lihat gambar masakan dan resep. Bahkan waktu SD pernah ikut kursus membuat cake karena sang Mama berhalangan datang. “Dari situ, saya makin senang membuat cake dan sejenisnya,” ujar Jeanne.
Saat duduk di bangku SMA, ia sudah bisa membuat aneka kue sendiri. Kalau ada teman atau sepupu yang ulang tahun, Jeanne dengan senang hati menghadiahkan cake buatannya. Mereka yang pernah mencicipi cake buatannya, rata-rata memuji kelezatannya. “Mereka menyarankan untuk menerima pesanan,” ujar Jeanne. Tapi karena membuat cake baru sebatas kesenangan saja, ia tidak menerima pesanan.
Lulus SMA ia melanjutkan kuliah ke Universitas Trisakti jurusan Perhotelan. Di tempat ini Jeanne belajar banyak makanan daerah sampai internasional. Lulus kuliah, ia langsung bekerja di sebuah restoran besar di kota. Tidak berapa lama ia bekerja di situ, pihak kampus menawarkan pekerjaan di perpustakaan, kemudian ia diminta mengajar ”Food & Beverage” di universitas yang sama. Dengan menjadi dosen, ia dituntut belajar lagi. ”Saya banyak belajar dan berinovasi dengan masakan lain.” jelasnya.
Setelah 5 tahun bekerja, ia diminta Ibu Hiang untuk membantunya di sebuah majalah untuk menjadi penguji resep-resep yang akan dimuat. Karena merasa tantangannya makin besar, akhirnya Jeanne menerima tawaran itu. ”Hampir setiap hari, saya dan team mencoba resep-resep baru dan memodifikasinya,” jelas Jeanne.
Setelah 3 tahun bekerja di majalah, Jane akhirnya memutuskan berhenti untuk memulai usaha sendiri. Ia mulai menerima pesanan kue untuk ulang tahun, khitanan dan acara-acara lain. Ternyata dengan usaha sendiri, kesibukannya justru makin banyak dan bertambah. Karena ia benar-benar harus memastikan, cake atau masakan buatannya dari bahan berkualitas dan lezat. Selain menerima pesanan, Jane juga menitipkan penjualan kuenya ke beberapa rumah sakit.
Ada satu pengalaman pahit yang dialami Jeanne. Waktu itu ada salah satu pelanggan yang pesan 12 loyang brownies kenari. Karena sudah kenal, maka disepakati tanpa uang muka. Tapi hari H, pesanan itu tidak diambil. Waktu ditelpon, dia merasa tidak pesan untuk hari itu. ”Akhirnya brownies itu saya berikan ke orang lain,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain kegiatan rutinnya Jeanne juga mengajar di Klub NOVA. Karena ingin berbagi ilmu dengan ibu-ibu lainnya. Diakuinya, mengajar di Klub NOVA berbeda dengan mengajar mahasiswa. ”Kalau mengajar di Klub NOVA, ibu-ibu yang ikut harus sampai bisa. Kalau ada satu peserta yang belum bisa, kewajiban pengajar untuk mengulanginya sampai semuanya bisa,” jelas Jeanne.
Dengan mengajar, keinginan belajar tumbuh kembali. Selain harus banyak membaca buku resep, dia juga dituntut untuk berkreasi dan memodifikasi cake yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru. ”Banyaknya pertanyaan para peserta kursus justru menjadi masukan yang berharga bagi saya,’ jelasnya.
Ke depannya, Jeanne ingin membuat buku tentang cake dan menjalin kerjasama dengan temannya yang membuka cafe. ”Saya diminta memasok aneka cake,” kata Jeanne.
Ada beberapa tips dari Ibu Jeanne bagi yang ingin belajar membuat kue. Pertama, ikut kursus banyak membantu karena praktek langsung dan akan mendapatkan banyak teknik. Kedua, harus rajin mencoba resep. Jangan takut gagal, dan terus mencoba sampai bisa. Ketiga, banyak membaca buku resep dan melihat foto-foto masakan dari dalam dan luar negeri. Keempat, jangan malu bertanya kepada yang sudah bisa jika menemui kegagalan dalam membuat cake.
R. Suryanto