Login

User Id
Password

Lupa password? Klik di sini

Belum pernah mendaftar? Daftar di sini

  • Email Artikel
  • Simpan ke Kesukaan
  • Cetak Artikel

Epie Santoso

Oleh : Florentina Lenny Kristiani
Epie Santoso

Kalau Anda sering mengikuti kursus keterampilan (clutchbag) di Klub NOVA, pasti tidak asing lagi dengan perempuan ini. Dia cukup sering membagikan ilmunya tentang clucthbag. Yuk kita mengenal Ibu Epie Santoso.

Menurut Ibu Epie, kemahiran dalam bidang clutchbag tidak datang begitu saja. Sejak ia sekolah kejuruan (setingkat SMA), ia memang sudah senang dengan kerajinan tangan. Banyak keterampilan yang diajarkan waktu itu. Waktu ia diterima kerja di salah satu perusahaan di Bandara Soekarno – Hatta, otomatis ia tidak lagi menggeluti bidang keterampilan itu.

67 tamu nova 02

Baru setelah ia terkena PHK tahun 1990, ia mulai terbuka lagi dengan talenta yang ia punyai. Kebetulan di lingkungan rumahnya di bilangan Bintaro terdapat banyak butik-butik kelas menengah ke atas. Dari survey yang ia lihat, belum satu pun butik yang yang membuat tas atau selop untuk perlengkapan butiknya. Dia mengambil peluang itu.

Setelah itu, ia mencoba-coba membuat selop atau tas dengan kain-kain sisa dan dihias dengan batu, payet, atau mutiara. Dengan banyaknya latihan dan praktek, ia akhirnya memberanikan diri menawarkan ke butik-butik. Ternyata sambutannya sangat bagus, dan mereka mulai pesan. Jadi kalau pelanggan butik yang membuat baju, kalau ada sisa kain ditawarkan ke mereka: apakah mereka mau sisa kain itu dibuatkan selop atau tas. Kalau mau, butik tersebut order ke Ibu Epie Santoso.

Makin lama, tidak hanya butik di bilangan Bintaro yang menjadi langganannya, tapi sudah merambah ke Pondok Indah dan Bumi Serpong Damai. Karena makin banyaknya pelanggan, ia akhirnya merekrut karyawan untuk membantu pekerjaannya. Sekarang ini, ia dibantu 10 tukang, 4 pria dan sisanya perempuan.

Menurut Epie, tantangan terbesar dari usaha ini adalah bagaimana memenuhi keinginan pelanggan sebaik mungkin. Tidak sedikit pelanggan yang minta hasil jadi yang macam-macam seperti minta bahannya dengan kualitas tertentu, bentuknya harus begini, dan masih banyak lagi. ”Tapi dari situ saya jadi lebih kreatif dan tertantang untuk mewujudkan keinginan pelanggan,” jelas Epie.

67 tamu nova 01

Tidak jarang ia harus masuk keluar mall untuk melihat produk-produk terbaru dan juga rajin membaca buku fashion. ”Saya selalu ingin belajar dan mengikuti trend, karena kalau tidak, maka akan ditinggalkan pelanggan,” ujar Epie yang banyak mendapat kiriman sisa kain dari teman penjahitnya.

Dijelaskan Epie, pelanggannya cukup beragam mulai dari mantan menteri, artis, dan masyarakat lainnya. Bahkan beberapa kali orang dari kedutaan besar negeri sahabat juga pesan selop atau tas buatannya.

Walaupun jadwalnya cukup padat, ia juga dengan senang hati kalau ada yang ingin belajar kepadanya. ”Saya tidak takut disaingi, karena rezeki itu datangnya dari Tuhan,” jelas pengajar di Klub NOVA itu. Bahkan ia merasa puas kalau ada muridnya yang bisa sukses dan mempunyai usaha sendiri.

Menurutnya, orang yang bisa membuat clucthbag sendiri, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah daripada membeli jadi. ”Jauh lebih baik kalau mereka bisa menjual hasil kreasinya ke orang lain, sehingga bisa menambah pemasukan,” ujarnya

Ke depannya, ia akan membuat buku sehingga ilmu tentang clucthbag bisa dipelajari orang dari mana-mana. ”Selain itu, saya akan terus mengajar dan membuka workshop sendiri yang lebih baik,” tegas Epie.

R. Suryanto
Foto-foto: R. Suryanto

Dilihat : 835 orang
  • Del.icio.us
  • Rating :
  • 4/5 (4 votes)
Belum ada komentar